Sehingga, menurutnya hal ini yang membuat angka PHK resmi terkesan rendah.
Meski demikian, Disnaker tetap mencatat sejumlah kasus PHK yang berasal dari penutupan perusahaan atau pengurangan tenaga kerja akibat efisiensi.
Salah satu kasus terbesar berasal dari dampak tutupnya dua anak perusahaan PT Sritex, yaitu PT Bitratex dan satu unit usaha lainnya yang beroperasi di wilayah Semarang, yang menyebabkan sekitar 1.400 pekerja terdampak.
“Dampak kasus Sritex itu, dua perusahaan yang beroperasi di Semarang ikut terdampak, dan sekitar 1.400 pekerja (di Semarang) terkena PHK dari situ,” pungkasnya.


















