Penguatan Tata Kelola Kawasan Heritage
Pada kawasan heritage, Disbudpar bekerja sama dengan komunitas pecinta sejarah dan Tim Ahli Cagar Budaya untuk memastikan konservasi berjalan sejalan dengan aktivitas wisata.
Kebersihan, keamanan, penataan pedagang, serta pengaturan keramaian diperkuat melalui koordinasi dengan Badan Pengelola Kawasan Kota Lama, Satpol PP, dan kepolisian.
Meski konservasi menjadi prioritas, Wali Kota Semarang menegaskan bahwa ruang kreatif tetap diberikan bagi pelaku seni, komunitas, dan ekonomi kreatif selama sesuai zonasi dan tidak merusak bangunan bersejarah.
Pengembangan Destinasi Baru dan Desa Wisata
Selain memperkuat destinasi utama, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan pengembangan destinasi baru.
Kampung tematik seperti Kampung Pelangi dan Kampung Djadoel diarahkan menjadi kampung wisata yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Program perintisan desa wisata baru seperti Sawah, Pudak Payung, dan Banget Ayu Kulon juga terus didorong sebagai daya tarik alternatif.
Selain itu, Pemkot mengembangkan daya tarik berbasis ekologi seperti Curug Gondoriyo dan wisata mangrove, termasuk kegiatan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat.
Event Low Season untuk Menjaga Stabilitas Kunjungan
Untuk mengisi bulan low season seperti Juli, Pemerintah Kota Semarang membuka ruang kolaborasi dengan EO untuk menghadirkan konser, festival kreatif, kompetisi olah raga, dan bazar UMKM.
Komunitas seni dan kreator lokal juga dilibatkan untuk menyelenggarakan pertunjukan, pameran kreatif, dan street performance.
Agustina menegaskan bahwa sinergi pemerintah dan stakeholder menjadi kunci agar Kota Semarang tetap menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.

















