MATASEMARANG.COM – Minuman anggur kolesom saat ini menjadi perbincangan ramai di jagat digital. Namun di balik klaim manfaat, minuman ini mengandung alkohol sangat tinggi, empat kali lipat dibanding bir.
Menanggapi hal itu Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kolesom jumbo yang dijual secara terang-terangan itu mengandung alkohol hingga 19,7 persen dan masuk dalam golongan khamr.
“Minuman kolesom jumbo tergolong khamr karena dampak memabukkan. Apalagi, kandungan alkoholnya sangat tinggi, mencapai 19,7 persen. Ini melampaui minuman beralkohol seperti bir, yang kalau kita cek di supermarket, kadarnya kurang dari 5 persen,” ujar Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati di Jakarta, Jumat.
Minuman tradisional kolesom jumbo tengah menjadi fenomena di media sosial. Antrean panjang pembeli di berbagai daerah serta banyaknya konten ulasan di berbagai platform digital membuat minuman ini menjadi salah satu produk yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir.
Di balik popularitasnya, perhatian publik juga tertuju pada informasi mengenai kandungan alkohol dalam produk tersebut. Kolesom jumbo merupakan minuman hasil fermentasi buah anggur yang dipadukan dengan ekstrak rempah dan tanaman kolesom/ginseng jawa (Talinum triangulare).
Kadar alkoholnya mencapai 19,7 persen, lebih tinggi dari minuman beralkohol yang ditemui di supermarket seperti bir. Umumnya, minuman ini dipasarkan sebagai minuman tradisional yang dikonsumsi untuk membantu menghangatkan badan dan memulihkan stamina setelah lelah bekerja.


















