Mengungkap Dominasi China dalam Industri Mobil Listrik Global

Industri Mobil Listrik China.(ant)
Industri Mobil Listrik China.(ant)

Program tersebut sukses dan bahkan melampaui target awal. Pada 2012, lebih dari 25 kota berpartisipasi dengan lebih 30.000 NEV sudah beroperasi.

Kebijakan tersebut pun menjadi batu loncatan untuk dominasi merek mobil listrik China di pasar kendaraan listrik global seperti BYD, NIO dan XPeng.

Kemudian mulai 2013, subsidi diberikan kepada konsumen perorangan melalui sistem berjenjang berdasarkan jarak tempuh kendaraan listrik.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Salvo Terakhir Iran Awali Gencatan Senjata dengan Israel

Pemerintah menghentikan subsidi pada 2022. Tetapi pada saat itu, China sudah berada di posisi mendominasi kendaraan listrik. Negara tersebut juga menawarkan pengecualian pajak penjualan 10 persen untuk menutupi biaya mobil, yang dijadwalkan akan dihapuskan secara bertahap pada 2027.

Penelitian Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkapkan secara total, pemerintah China memberikan subsidi sebesar 231 miliar dolar AS dari 2009 hingga 2023.

Sejak 2024, konsumen mobil listrik China juga tidak perlu membayar pajak untuk kendaraan listrik yang memiliki jarak tempuh minimal 200 km per pengisian daya

BACA JUGA  Sekjen PBB: Tatanan Dunia Mengarah ke Hukum Rimba

Pada Juni 2024, pemerintah China juga memperkenalkan paket keringanan pajak penjualan senilai 520 miliar yuan (71,8 miliar dolar AS), yang akan diluncurkan selama empat tahun. Pajak penjualan akan dibebaskan untuk NEV hingga maksimum 30.000 yuan (4.144 dolar AS) pada 2025 dengan pembebasan pajak maksimum 15.000 yuan (2.072 dolar AS) pada 2026 dan 2027.

Tidak ketinggalan, pemerintah China juga telah memberikan subsidi kepada pabrikan BYD senilai setidaknya 3,7 miliar dolar karena baru-baru ini melaporkan penurunan pengiriman NEV sebesar 42 persen dibandingkan dengan kuartal keempat 2023.

Pos terkait