Orang Tua Jadi Sahabat Anak, Benteng Utama Lawan “Child Grooming”

Psikolog Irnida Terana . (matasemarang.com/Lia Dina)
Psikolog Irnida Terana . (matasemarang.com/Lia Dina)

“Jangan ada judging, kita harus bisa ajak anak terbuka tanpa ada penghakiman, dan orang tua juga harus bisa mendengar apa yang disampaikan anak,” tuturnya.

Selain itu, peran kedua orang tua juga sangat dibutuhkan untuk menghindarkan anak dari ancaman child grooming. Ia menyebut tidak hanya peran ibu saja, tapi peran ayah juga dibutuhkan dalam pengasuhan anak.

“Jadi mengasuh anak tidak hanya butuh peran ibu saja, peran ayah tetap penting, kalau ayahnya sibuk kerja mungkin bisa telepon atau video call. Kalau misalnya bapak ibunya berpisah, diharapkan tetap bisa memberikan kasih sayang dua-duanya dengan mengesampingkan ego karena anak ini kan tetap punya hak mendapat kasih sayang,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Bau Busuk Sampah Hilang, Pakan Ternak dan Pupuk Otomatis Datang

Lebih lanjut, Irnida mengatakan korban child grooming harus berani melaporkan apa yang mereka alami, minimal ke orang terdekat seperti orang tua. Nantinya, orang tua bisa membawanya ke ranah hukum apalagi jika sudah ada tanda-tanda kekerasan fisik.

“korban ini harus berani speak up, paling tidak ke orang tua, bisa ke LSM dan bisa sampai ke ranah hukum kalau sudah ada tindak kekerasan,” ujarnya.

Pos terkait