“Kami ingin seluruh masyarakat ikut merasakan semangat MTQ Nasional. Mari kita sukseskan bersama agar para tamu membawa pulang kesan bahwa Semarang adalah kota yang nyaman, toleran, bersih, dan selalu menyambut siapa pun dengan hati yang terbuka,” katanya.
Selain menjadi syiar keagamaan, MTQ Nasional XXXI juga diyakini akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta, pendamping, dan tamu dari seluruh provinsi diperkirakan akan menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, kuliner, transportasi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
“Kesuksesan MTQ bukan hanya diukur dari lancarnya perlombaan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan bersama untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan potensi terbaik Kota Semarang kepada Indonesia,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan sekitar 8.000 kafilah akan hadir pada MTQ Nasional XXXI. Jumlah tersebut menjadi peluang besar bagi Kota Semarang untuk memperkuat citranya sebagai kota tujuan kegiatan nasional yang aman, nyaman, dan berdaya saing.
Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa MTQ Nasional merupakan sarana membangun peradaban Qurani sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia juga mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang yang telah mempersiapkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI secara serius dan kolaboratif.

















