Klub asuhan pelatih Cesc Fabregas itu baru promosi ke Serie A musim lalu. Saat itu mereka melesat finis di urutan kesepuluh dengan 49 poin, jauh di atas Parma yang menduduki urutan ke-16 dengan 36 poin.
Parma adalah juara Serie B ketika Como sama-sama promosi ke Serie A pada musim 2024/2025.
Musim ini pun Como tetap melampaui Parma. Como posisi kelima, Parma urutan ke-13.
Padahal pada 2018, Como sudah dalam keadaan bangkrut, sebelum diakuisisi oleh Djarum Group pada 2019.
Berbeda dengan Sheikh Mansour dan Nasser Al-Khelaifi yang mengakuisisi Manchester City dan Paris Saint Germain yang merupakan para raksasa Eropa, Djarum Group lebih tertarik membangun dari bawah dengan membeli klub gurem.
Padahal, mengutip data Fortune, jumlah kekayaan konglomerat Indonesia ini melampaui kekayaan Sheikh Mansour, yang telah membawa Manchester City ke pencapaian terbaiknya sepanjang masa klub ini.
Djarum tampaknya lebih tertarik membangun dari bawah, seperti kegemaran mereka dalam membina bibit-bibit mudah bulu tangkis di Indonesia.
Djarum melihat sukses olahraga adalah juga tentang citra mereka, bukan mendompleng olahraga untuk ambisi tertentu, apalagi akses politik.
Akuisisi Como oleh Djarum itu terjadi menjelang klub ini promosi ke Serie C2 setelah menjuarai Serie D, atau divisi kelima dalam sistem kompetisi sepak bola profesional Italia.
Satu musim di C2, klub ini promosi ke Serie C untuk kemudian juara pada 2021 sehingga promosi ke Serie B.
Di divisi dua Liga Italia ini mereka cuma dua musim, tapi hampir terdegradasi, sebelum finis urutan kedua di bawah Parma untuk promosi ke Serie A pada 2024.


















