Tak Ada Kembang Api, Pemkot Semarang Meriahkan Tahun Baru dengan Doa Lintas Agama

Menurutnya, semangat gotong royong perlu terus dijaga agar beban saudara-saudara yang terdampak bencana alam dapat sedikit diringankan melalui uluran tangan yang tulus. 

Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, juga terus menguatkan program jaminan sosial dan bantuan kemanusiaan agar tidak ada warga yang merasa sendirian saat menghadapi kesulitan.

Iswar juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan pergantian tahun sebagai awal menumbuhkan optimisme dan persatuan. 

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Rumah Tua di Semarang Tengah Roboh, 5 Penghuni Terjebak Reruntuhan

“Mari melangkah ke tahun depan Tahun 2026 dengan optimisme baru untuk membangun Semarang yang semakin hebat dan semakin inklusif bagi semua. Semoga semangat kerukunan di antara kita,” tegasnya.

Sementara itu, I Dewa Made Artayasa, perwakilan umat Hindu di Semarang, menyampaikan bahwa doa bersama lintas agama menjadi simbol nyata persatuan dan kepedulian kemanusiaan. 

Ia menilai kegiatan ini menunjukkan bahwa warga Semarang mampu menjaga kerukunan sekaligus hadir untuk membantu saudara sebangsa yang tertimpa musibah.

BACA JUGA  Bandara Jenderal Ahmad Yani Resmi Menjadi Bandara Internasional, Ini Kata Wali Kota Semarang

“Doa bersama ini mengingatkan kita untuk tetap rendah hati, peduli, dan bersatu. Kita doakan saudara kita yang tertimpa musibah dan kita mohon Semarang tetap jadi kota yang aman dan damai,” kata dia.

Selain doa dan donasi, acara juga diisi hiburan rakyat dan pasar malam UMKM sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal. 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat toleransi, empati, dan kebersamaan yang terbangun di Simpang Lima dapat terus terjaga dan mengiringi langkah Kota Semarang memasuki tahun 2026.

Pos terkait