Tradisi Sesaji Rewanda Jadi Hiburan di Akhir Masa Libur Lebaran

“Makanya warga di sini tidak berani menangkap atau membunuh kera-kera di Gua Kreo. Kami hidup berdampingan dengan mereka satu sama lainnya,” jelasnya. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari mengatakan sebelum prosesi Sesaji Rewanda digelar, Pemerintah Kota Semarang terlebih dulu menyajikan pertunjukan Mahakarya Gua Kreo, Jumat, 29 Maret 2026 malam. 

“Rangkaian acaranya sejak tadi malam ada Mahakarya Gua Kreo, yang ditampilkan secara kolosal dengan lebih dari 150 penari dan pemusik. Hari ini dilanjutkan dengan prosesi Sesaji Rewanda,” kata Iin, sapaan akrabnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Jelang Ramadan, Pasar Rakyat Dugderan Digelar di Sekitar Aloon-aloon Masjid Kauman

Iin mengatakan dua event budaya tersebut dirancang untuk merawat ingatan kolektif tentang syiar Islam Sunan Kalijaga dalam pembangunan Masjid Agung Demak. Menurutnya, tradisi Sesaji Rewanda sarat akan makna kebersamaan.

“Ini simbol semangat gotong royong dan persatuan. Kami ingin menyeimbangkan kehidupan manusia dengan flora, fauna, dan alam sekitarnya. Kita bersyukur kepada Allah atas nikmat hidup, di sini semuanya hidup berdampingan dengan rukun,” terangnya.

Pos terkait