Trump Tebar Ancaman kepada Pengganti Maduro

Peringatan keras Trump itu kontras dengan pernyataannya sehari sebelumnya. Beberapa jam setelah pasukan AS menyerang ibu kota Caracas, Trump justru memuji Rodriguez.

Dalam konferensi pers usai operasi, ia mengatakan Rodriguez secara pribadi menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan AS, yang menurutnya akan “menjalankan” Venezuela untuk sementara waktu.

“Pada dasarnya dia bersedia melakukan apa yang kami anggap perlu untuk membuat Venezuela kembali hebat,” ujar Trump kepada wartawan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Israel Makin Brutal, Cegat Semua Kapal Kemanusiaan menuju Gaza

Rodriguez segera menepis pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa Venezuela siap mempertahankan sumber daya alamnya dan tim pertahanan negara tetap berkomitmen pada kebijakan Maduro, yang kembalinya ia tuntut.

“Kami tidak akan pernah lagi menjadi daerah koloni (wilayah yang diduduki),” kata Rodriguez.

Perubahan rezim

Trump juga mengisyaratkan tidak akan ragu mengizinkan gelombang kedua aksi militer jika dianggap perlu.

“Pembangunan kembali di sana dan perubahan rezim, apa pun istilahnya, itu lebih baik daripada kondisi yang ada sekarang. Tidak mungkin lebih buruk lagi,” kata Trump, seperti dikutip dalam laporan tersebut.

BACA JUGA  Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York

Dalam pidato Desember 2016 saat masih berstatus presiden terpilih, Trump pernah menyatakan AS akan berhenti menjatuhkan rezim asing yang tidak dipahaminya, mencerminkan penolakan terhadap praktik “pembangunan bangsa” dan menegaskan keyakinan Trump bahwa AS seharusnya fokus membangun di dalam negeri ketimbang campur tangan di negara seperti Irak dan Afghanistan.

Ketika ditanya mengapa perubahan rezim di Venezuela berbeda dari intervensi sebelumnya yang ia tentang, Trump merujuk pada mantan Presiden George W. Bush.

Pos terkait