“Saya tidak melakukan (intervensi di) Irak. Itu Bush. Anda harus bertanya kepada Bush, karena kita seharusnya tidak pernah masuk ke Irak. Itulah awal bencana Timur Tengah,” ujarnya, menurut The Atlantic.
Trump juga menyatakan bahwa AS harus menegaskan kendali atas Belahan Barat, merujuk pada penafsiran modern Doktrin Monroe abad ke-19 yang menentang kolonialisme Eropa di kawasan tersebut, sebuah pendekatan yang Trump sebut sebagai Doktrin Donroe.
Namun dalam wawancara itu, ia menegaskan bahwa keputusan menargetkan penjabat presiden Venezuela didasarkan pada kondisi negara tersebut, bukan semata lokasinya.
“Ini bukan soal belahan bumi. Ini soal negaranya, masing-masing negara,” kata Trump.
Majalah tersebut melaporkan Trump menegaskan bahwa Venezuela mungkin bukan negara terakhir yang menjadi sasaran intervensi Amerika Serikat.
“Kami memang membutuhkan Greenland, itu mutlak,” kata Trump, menggambarkan wilayah semi-otonom milik Denmark tersebut sebagai kawasan yang “dikepung kapal Rusia dan China.”
Keinginan Trump untuk mengakuisisi Greenland selama ini telah ditolak oleh para pemimpin dan masyarakat pulau tersebut, sebagaimana tercermin dalam sejumlah jajak pendapat. (Ant/Anadolu)















