MATASEMARANG.COM – Pasokan minyak goreng bersubsidi yakni Minyakita di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sembungharjo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang mandek atau terhenti sejak Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026.
Hal ini diungkapkan Ketua KKMP Sembungharjo Sunari ditemui saat kegiatan Workshop Media “Cerita Koperasi Desa Jadi Berita Bermakna” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Hotel Aston Inn Semarang, Rabu, 6 Mei 2026.
Sunari mengatakan pasokan kebutuhan barang bersubsidi seperti LPG, beras SPHP hingga beras premium masih cukup lancar.
Namun untuk pasokan minyak goreng subsidi dari Bulog yakni Minyakita sejak setelah Lebaran hingga saat ini kosong.
“Kalau kebutuhan barang bersubsidi lancar maka itu menggembirakan bagi kita. Tapi ini minyakita kosong dari Bulog sejak setelah Lebaran sampai sekarang,” kata Sunari.
Ia menyebut alasan dari Bulog atas kekosongan Minyakita untuk KKMP karena masih digunakan untuk menyuplai kebutuhan bantuan pangan ke masyarakat.
“Bulog ini alasannya saat ini dipakai untuk bantuan pangan ke masyraakat sehingga sampai saat ini kami tidak mendapatkan alokasi sama sekali,” ujarnya.
Ia mengatakan bisanya setiap minggu, KKMP Sembungharjo mendapatkan jatah 30 karton. Namun semenjak kekosongan stok, pihaknya mengganti Minyakita dengan minyak goreng merek lain.
“Ya diganti dengan merek lain tapi harganya tentu lebih tinggi dan kami stoknya juga sedikit karena harga berbeda kan,” tuturnya.
Diketahui harga Minyakita sesuai HET adalah Rp15.700, namun untuk minyak goreng lain harus ia jual dengan harga Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liternya.


















