Trump-Mamdani, Dulu Saling Serang Kata, Sekarang Sekata

Sebelum pemilihan wali kota New York City pada 4 November lalu, Trump melakukan hampir semua cara untuk menggagalkan kemenangan Mamdani, termasuk dengan mendukung rival Mamdani dalam pemilu, Andrew Cuomo yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur negara bagian New York.

Namun, pada Jumat, Trump dan Mamdani membahas tentang keterjangkauan.

Dalam pertemuan itu, Trump terkejut begitu mengetahui bahwa perusahaan listrik New York Con Edison tidak melakukan apa-apa yang menguntungkan warga New York City meski mendapat penghematan dari biaya energi yang lebih rendah. Hal tersebut diamini oleh Mamdani.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  China Berang atas Komunike Menlu G7

Sementara itu, saat seorang wartawan bertanya kepada Mamdani apakah ia masih mengakui Trump sebagai seorang fasis, Trump menimpali, “Tidak apa-apa, jawab saja iya, lebih mudah daripada menjelaskannya”.

Trump juga mengaku tak lagi tersinggung saat Mamdani menyebutnya sebagai “orang lalim”, karena la “telah dipanggil dengan istilah yang lebih buruk … jadi julukan itu tak terlalu menghina”.

Keterjangkauan biaya hidup menjadi salah satu kunci yang dapat menyelamatkan Trump di tengah menurunnya tingkat penerimaan publik terhadap pemerintahannya dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA  76 Tahun Hubungan AS-RI, Trump Sebut Hubungannya dengan Prabowo Sangat Baik

Turunnya pamor Trump tersebut berujung pada kalahnya calon Partai Republik dalam pemilu wali kota New York City serta di wilayah-wilayah lain terhadap calon Partai Demokrat yang berhaluan progresif seperti Mamdani.

Namun demikian, Trump dan Partai Republik masih akan menghadapi ujian yang lebih besar pada November 2026, yaitu saat pemilihan paruh waktu anggota Kongres AS. (Ant)

Pos terkait