An mengungkapkan persaingan tunggal putri dunia saat ini makin ketat karena setiap pemain terus berkembang.
“Seluruh pemain bulu tangkis zaman sekarang sangat bagus. Untuk memenangkan pertandingan juga tidak mudah. Setiap pemain selalu meningkatkan levelnya, ada pemain baru, dan semua itu harus dipikirkan,” ujar An.
Ia juga mengatakan pemain-pemain tunggal putri Indonesia memiliki energi permainan yang kuat sehingga tidak mudah untuk dihadapi.
“Saya harus banyak belajar dan banyak berlatih untuk bisa melawan mereka,” kata An.
An kini mengoleksi tiga gelar Indonesia Open sepanjang kariernya, sejajar dengan Tai Tzu Ying dari Taiwan dan Saina Nehwal dari India.
Susy Susanti masih menjadi tunggal putri dengan gelar Indonesia Open terbanyak, dengan enam trofi, disusul pemain China Li Lingwei dengan empat titel. [Ant]


















