Begini Cara Kamus Besar Menyerap Lema Baru

Kapitil
Ilustrasi. Instagram Wisma Bahasa

MATASEMARANG.COM – Selama dua pekan terakhir ini, jagat dunia maya diramaikan oleh kata “kapitil” yang dimasukkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Meski diberi keterangan “cak” (ragam cakap), diakomodasikannya kata kapitil memantik polemik para pemerhati bahasa.

Oleh sebagian penentangnya, kata kapitil yang bermakna tentang huruf kecil–kebalikan dari kapital–dari sisi rasa dinilai tidak nyaman di indera pendengaran. Namun, bagi yang setuju, lema “kapitil” merupakan “temuan” sederhana yang gampang diingat untuk membedakan dengan “kapital” (huruf besar).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Humas Unsoed Dibekali Cara Membuat Siaran Pers yang Efektif

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen memang intens mengajak publik menyampaikan usulan terkait kosakata terbaru hingga perbaikan makna kata dalam KBBI daring.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa Kemendikdasmen Dora Amalia mengatakan pihaknya rutin melakukan rapat redaksi untuk membahas usulan-usulan pembaharuan KBBI yang masuk, termasuk dari publik.

“KBBI itu, khususnya yang daring bisa menerima usulan, baik yang berfokus pada entri, perbaikan makna dan usulan untuk menghapus entri. Kami secara rutin mengadakan rapat redaksi untuk memastikan agar semua usulan yang muncul itu ditangani oleh semua anggota tim redaksi,” kata Dora dalam acara Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan di Gedung Arjuna, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Jumat.

BACA JUGA  Mahasiswa Surabaya Ciptakan Detektor Gerd Berbasis IoT

Untuk dapat memberikan usulan, ia mengingatkan publik harus membuat akun terlebih dahulu untuk mendaftarkan data diri pengusul.

Pos terkait