Budaya “Ngopi” di Semarang Berkembang, %Arabica Buka “Pop-up Store” di 23 Mal

%Arabica buka pop-up di 23 Semarang Shopping Center (foto: %Arabica)
%Arabica buka pop-up di 23 Semarang Shopping Center (foto: %Arabica)
  • %Arabica membuka pop-up store pertamanya di Jawa Tengah di 23 Semarang Shopping Center, beroperasi mulai 3 Oktober 2026 hingga 11 April 2027
  • Gerai ini menawarkan beragam menu kopi khas seperti Spanish Latte, Kyoto Latte, hingga menu terbaru Summer Americano, serta pilihan non-kopi dan soft cream

MATASEMARANG.COM – %Arabica, merek kopi asal Kyoto, Jepang, resmi membuka pop-up store pertamanya di Jawa Tengah, berlokasi di 23 Semarang Shopping Center.

Gerai ini mulai beroperasi pada 3 Oktober 2026 dan akan melayani pelanggan hingga 11 April 2027 mendatang.

BACA JUGA  Bahaya Minum Kopi Saat Sahur Menurut Dokter dan Ahli Gizi

Chief Strategy Officer Ateria Group Astrid Kusumadewi menyebut kehadiran pop-up store ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk sejenak menikmati kopi, bertemu, berbagi cerita, dan melihat dunia dari perspektif baru lewat secangkir kopi.

Bacaan Lainnya

“Melalui pembukaan pop up store ini, %Arabica membawa filosofi See the World Through Coffee lebih dekat kepada masyarakat Semarang. Kehadiran %Arabica di 23 Semarang Shopping Center ini diharapkan dapat menjadi bagian dari perkembangan budaya kopi di kota ini, sekaligus menghadirkan ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati kopi berkualitas dalam keseharian mereka,” ujar Astrid, Kamis 1 Oktober 2026.

BACA JUGA  Apa Itu "Superflu" sehingga Harus Mewaspadainya

Alasan manajemen membawa %Arabica ke Semarang karena Ibu Kota Jawa Tengah ini menjadi salah satu kota yang dinilai memiliki potensi besar bagi perkembangan specialty coffee.

“Culture minum kopi di Semarang ini cukup berkembang, sehingga kami mau masuk ke Semarang. Kami melihat membuka %Arabica di Semarang menjadi sesuatu yang penting bagi kami,” ujar Astrid.

Kehadiran %Arabica bukan untuk membandingkan ataupun menggantikan budaya kopi yang telah berkembang di Semarang.

Sebaliknya, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat melalui konsep specialty coffee.

“Kami tidak membanding-bandingkan atau berusaha mengalahkan budaya kopi di sini, tetapi ingin memberikan sesuatu yang baru,” katanya.

Pos terkait