Namun hal tersebut tetap harus mendapat dukungan dari Pemerintah Kota hingga stakeholder mulai dari perusahaan swasta hingga BUMD dan BUMN.
“Dengan adanya kehadiran pemerintah dan wakil rakyat, mereka merasa bangga sehingga tidak berat untuk merawat budaya seperti ini setiap tahunnya. Bahkan dari perusahaan lain baik BUMN dan BUMD terlibat juga memberi support,” paparnya.
Ia berharap, tradisi dan budaya yang ada di Kota Semarang bisa diinventarisasi dan bisa dijadikan agenda rutin Pemkot Semarang dan menghasilkan pendapatan daerah melalui wisatawan yang datang.
“Kami dorong acara seperti ini bisa jadi agenda rutin yang akan dilaksanakan oleh Pemkot Semarang,” pungkasnya.


















