Pada akhirnya, banjir bandang di Sumatra dan Aceh bukan hanya menguji daya tahan warga menghadapi air bah, tetapi juga menguji daya tahan mereka menghadapi prosedur.
Media sosial menjadi panggung satir, tempat publik melampiaskan rasa frustrasi dengan humor dan ironi.
Di balik kritik yang disampaikan warganet terdapat pesan serius yang ingin digarisbawahi, yaitu bantuan darurat seharusnya cepat, sederhana, dan manusiawi. Tidak perlu menunggu KTP yang hanyut ditemukan di muara.


















