Sementara itu, An harus melalui jalan yang jauh lebih dramatis untuk mengamankan tiket final. Tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan itu menang atas rival lainnya Chen Yu Fei dari China melalui pertandingan tiga gim 21-17, 19-21, 23-21.
Duel An melawan Chen berlangsung ketat sejak awal. An membuka pertandingan dengan permainan solid dan mampu merebut gim pertama. Ia bahkan sempat berada dalam posisi nyaman pada gim kedua setelah unggul 11-4 dan kemudian 16-11.
Namun, Chen menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di sektor tunggal putri. Juara Indonesia Open 2023 dan 2024 itu bangkit, mengejar ketertinggalan, lalu membalikkan tekanan untuk merebut gim kedua 21-19.
Momentum sempat berpindah ke tangan Chen pada gim penentuan. Ia unggul 11-6 saat interval dan semakin menjauh hingga 17-7. Dalam situasi itu, An berada di ambang kekalahan.
Namun, juara bertahan Indonesia Open tersebut tidak menyerah. An perlahan mengikis jarak, memaksa Chen bermain di bawah tekanan, dan menyelamatkan sejumlah match point sebelum akhirnya berbalik menang 23-21.
Kemenangan itu kembali memperlihatkan salah satu kekuatan terbesar An, yakni ketenangan dalam situasi paling sulit. Saat lawan sudah berada sangat dekat dengan kemenangan, An justru mampu memperpanjang reli, memaksa kesalahan lawan, dan mengambil alih kendali pada fase akhir pertandingan.
Final melawan Akane akan menjadi pertemuan ke-34 antara keduanya sepanjang karier. Dari 33 pertemuan sebelumnya, An masih unggul dengan 18 kemenangan, sedangkan Akane mengantongi 15 kemenangan.


















