Ekonomi Memburuk Picu Demonstrasi Berdarah di Iran, 65 Orang Tewas

Demo Iran
Ribuan warga Iran turun ke jalan memprotes pemerintah menyusul memburuknya perekonomian negara itu. Anadolu

MATASEMARANG.COM – Iran dilanda gelombang protes berdarah sejak akhir Desember 2025 hingga saat ini. Sebagian besar dipicu oleh penurunan tajam nilai rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi.

Demonstrasi dimulai pada 28 Desember di dekat Grand Bazaar Teheran kemudian meluas ke beberapa kota.

Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat di balik aksi demonstrasi besar-besaran itu.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Prancis Tidak Tinggal Diam atas Rencana AS Caplok Greenland

Presiden AS Donald Trump sendiri mengatakan bahwa Iran “dalam masalah besar” karena protes menyebar. Trump menyatakan AS memantau perkembangan dengan cermat serta memperingatkan pihak berwenang agar tidak menggunakan kekuatan mematikan.

Iran menuduh AS dan Israel memicu kerusuhan, dengan para pejabat memperingatkan bahwa pasukan keamanan dan peradilan “tidak akan menoleransi sama sekali para penyabotase.

Jumlah korban tewas akibat protes di Iran telah meningkat menjadi 65 orang, menurut laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA) pada Sabtu.

BACA JUGA  Denmark Tolak Jual Greenland kepada AS

Laporan yang diterbitkan di situs web kelompok yang berbasis di AS tersebut mengatakan demonstrasi telah berlangsung selama 13 hari berturut-turut.

Disebutkan bahwa protes terjadi di 512 lokasi di 180 kota di seluruh 31 provinsi, mengakibatkan kematian 50 demonstran, 14 petugas penegak hukum dan keamanan, dan satu warga sipil yang berafiliasi dengan pemerintah.

Demonstrasi juga menyebabkan puluhan orang terluka dan 2.311 orang ditahan.
Menurut laporan tersebut, sebagian besar luka disebabkan oleh tembakan peluru karet dan peluru plastik.

BACA JUGA  Iran Tangkap Puluhan Orang Terafiliasi Agen Rahasia Israel

Pihak berwenang belum mengeluarkan pernyataan tentang mereka yang tewas atau terluka. [Anadolu/Ant]

Pos terkait