MATASEMARANG.COM – Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah Tazkiyatul Mutmainah berkomitmen terus mendorong masyarakat agar berani bersuara ketika melihat, mengetahui, atau menjadi korban kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
Pernyataan itu sebagai penegasan Fatayat NU Jawa Tengah dalam melindungi perempuan dan anak, termasuk dalam perkara kekerasan seksual.
“Kami aktif menyadarkan masyarakat untuk berani speak up (bicara, red.), berani bersuara ketika melihat atau menjadi korban kekerasan, terutama kekerasan seksual, karena ini adalah tugas kita bersama,” katanya di sela peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat NU di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Sabtu.
Ia juga menegaskan Fatayat NU Jateng siap mengawal program Pemprov Jateng, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan, dan perlindungan anak.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri mengajak jajaran Fatayat NU untuk bersama-sama menjaga lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, dari tindak kekerasan.
“Kita harus saling asah dan asuh. Tidak cukup dengan penegakan hukum. Kita harus mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat untuk menyadarkan kembali agar kejadian kekerasan tidak terulang,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Sabtu.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri peringatan Hari Lahir ke-76 Fatayat NU di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang.
Menurut dia, pencegahan kasus kekerasan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, namun perlu gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.


















