MATASEMARANG.COM – Kecelakaan yang melibatkan feeder Trans Semarang dan seorang ibu-ibu hingga meninggal dunia di Klipang mendapatkan sorotan dari masyarakat.
Dalam rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi, ibu-ibu tersebut terlihat sedang menyeberang.
Meskipun sudah berada di sisi kanan feeder Trans Semarang, ibu-ibu itu tetap tertabrak bus yang melakukan manuver memutar.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Haris Setyo Yunanto menduga sopir tidak fokus saat mengemudikan kendaraannya saat itu.
Dia mengungkap CCTV yang ada di dalam armada memperlihatkan pengemudi feeder sempat minum kemudian meletakkan gelas di sisi kanan sebelum melaju.
Kemudian, mobil melaju di tikungan dan sopir melihat ke sebelah kiri karena ada mobil pikap, sedangkan korban sudah terlihat menyeberang dan sudah berada di bagian depan kanan mobil sebelum akhirnya tertabrak.
“Kalau dugaan sementara, kami melihat kamera CCTV yang ada di armada. Jadi, ketika hendak menjalankan armada, pengemudi sempat minum es teh atau apa itu di samping setir. Nah itu sepertinya fokusnya di sebelah kiri. Itu kan jalan menikung. Karena fokus di sebelah kiri akhirnya terjadi laka,” katanya.
Dia mengatakan mengatakan bahwa pengemudi akan diputus kontrak.
Sedangkan operator yang mengelola operasional feeder Trans Semarang rute tersebut mendapatkan sanksi pengurangan pembayaran biaya operasional kegiatan (BOK).
“Kami rekomendasikan untuk pengemudi putus kontrak. Untuk operator, kami jatuhi sanksi pengurangan pembayaran BOK,” tegasnya.


















