MATASEMARANG.COM – Peran dari Jaringan Perlindungan Perempuan Anak (JPPA) harus terus diperkuat untuk mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Semarang.
Penguatan peran JPPA tersebut dilakukan melalui talkshow yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Aula Balai Kota Semarang pada Jumat, 10 Juli 2026.
Talkshow yang diikuti oleh anggota JPPA se-Kota Semarang ini selain untuk menguatkan peran JPPA, juga memberikan sosialisasi dan edukasi dalam penanganan kekerasan perempuan dan anak dari tingkat bawah.
Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A Kota Semarang Evi Ratnaningrum mengatakan penguatan peran terhadap pengurus JPPA ini akan dilakukan secara rutin terhadap 177 JPPA di tingkat Kelurahan.
Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Semarang menjadi tertinggi pertama di Jawa Tengah.
“Kita tahu bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak di semarang paling tinggi di Jateng, sedangkan Jateng tahun 2025 untuk kekerasan perempuan nomor 2 nasional, kekerasan terhadap anak nomer 3 nasional,” beber Evi.
JPPA yang menjadi kepanjangan tangan DP3A di tingkat paling bawah diharapkan bisa mengambil peran penting untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kami berharap akan bisa menekan atau mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami membekali ilmu pengetahuan yang dibutuhkan mereka untuk bekal mereka melakukan sosialisasi dan edukasi maupun penanganan awal jika ada kasus di tengah masyarakat,” ujarnya.


















