Rangkaian Festival dan Antusiasme Komunitas Film kali ini yaitu LSSFF 2025 menerima 144 film pendek dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah proses kurasi, 122 karya dinyatakan lolos administrasi dan 21 film terbaik dipilih untuk ditayangkan pada sesi screening 5–7 Desember 2025.
Program festival menghadirkan:
• Pemutaran 21 film terbaik dari tiga kategori: Pelajar, Mahasiswa, dan Umum
• Screening film pendek Prancis melalui kerja sama dengan Institut Français
• Diskusi dan sesi berbagi bersama pembuat film
• Pasar malam dan ruang UMKM binaan Dinas Koperasi
• Lokakarya perfilman dan edukasi sineas muda dukungan Disbudpar
• Malam anugerah pada 19 Desember 2025
• Total hadiah senilai Rp 150 juta
Kolaborasi lintas daerah, komunitas film, dan institusi internasional menegaskan posisi LSSFF sebagai ruang kreatif yang bertumbuh, bukan sekadar ajang lokal.
“Sebagai pengelola destinasi heritage, KAI Wisata berkomitmen menjadikan Lawang Sewu bukan sekadar objek wisata tetapi ekosistem inspiratif yang relevan dengan perkembangan zaman salah satunya melalui seni dan film,” jelasnya.
Sinergi ini mempertegas bahwa LSSFF tidak hanya tentang film, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif.
“Kami berharap LSSFF dapat menjadi agenda tahunan dan berkembang menjadi festival film berskala nasional. KAI Wisata akan terus mendukung ruang-ruang kreatif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas, memperkuat potensi wisata heritage, serta membuka kesempatan bagi talenta muda untuk tumbuh, semangat kami jelas menghadirkan destinasi yang bukan hanya dikunjungi tetapi juga melahirkan karya,” pungkasnya.


















