Mahasiswa Meninggal Saat Dampingi Kunjungan Pejabat RI di Austria

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha. Antara

Respons PPI

Kasus meninggalnya Athaya saat mendampingi kunjungan pejabat RI di Wina mendapat respons luas dari kalangan publik, termasuk dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda yang lekas menerbitkan pernyataan sikapnya pada 8 September.

Dalam pernyataan yang mereka unggah di media sosial, PPI Belanda menyebut bahwa Athaya, yang merupakan anggota mereka, kemungkinan besar wafat akibat “sengatan panas yang berkaitan dengan kurangnya cairan dan asupan nutrisi serta kelelahan” usai beraktivitas sebagai pemandu seharian.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Hampir 4 Ribu Kartu Trans Semarang Pelajar dan Mahasiswa Belum Diambil, BLU Beri Tenggat Waktu Sebulan

PPI Belanda menyayangkan bahwa pihak EO sama sekali tidak menemui keluarga almarhum yang tiba di Wina dan justru melanjutkan acara mereka seperti biasa, bahkan hingga keluarganya merasa ada “indikasi menutup-nutupi” terhadap kegiatan yang diikuti Athaya.

Mereka pun menyatakan penolakan terhadap pemanfaatan mahasiswa dalam kegiatan semacam itu tanpa adanya jaminan dan mekanisme yang jelas serta mendesak adanya pertanggungjawaban dari pihak terkait atas wafatnya Athaya. (ant)

Pos terkait