Menteri: Indonesia Swasembada Sempurna Beras

Selanjutnya terdiri dari 12,7 persen yang merupakan konsumsi pangan hewani dan 12,4 persen minyak dan lemak. Sayur dan buah 6,8 persen, gula 4 persen, dan selebihnya kacang-kacangan, umbi-umbian, buah/biji berminyak, dan lain sebagainya.

Mengacu dari itu, Amran optimistis Indonesia mampu menghadapi fenomena fenomena El Nino. Apalagi kebijakan Presiden Prabowo yang menaruh perhatian besar terhadap penguatan sektor pangan nasional.

“Krisis pangan dunia karena ada El Nino, kita bisa hadapi. Indonesia alhamdulillah, negara lain waswas. Itu berkat kebijakan Bapak Presiden. Ingat, kita sudah swasembada protein dan karbohidrat. Protein Indonesia sudah cukup, bisa ekspor. Kemudian karbohidrat juga swasembada,” urai Amran.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Perusahaan Asal China Investasi Rp160 M untuk Industri Air Minum di Boyolali

Bahkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog meningkat signifikan mencapai 4,8 juta ton hingga pertengahan April 2026.

“Alhamdulillah, stok Bulog 4,8 juta ton. Maksimal 1 minggu lagi bisa mencapai 5 juta ton. Ini adalah capaian yang tertinggi dan tidak pernah terjadi,” tambah Amran dikutip Antara.

Bapanas mencatat total stok beras yang dikelola Bulog per 16 April telah mencapai 4,8 juta ton yang terdiri dari CBP 4,78 juta ton dan komersial 19,9 ribu ton. Sementara realisasi pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri telah mencapai 2,04 juta ton.

BACA JUGA  Purbaya Segera Rombak Besar-besaran Bea Cukai, Semua Pejabat Dicopot kecuali Dirjen

Capaian positif lainnya dapat dilihat pada torehan Nilai Tukar Petani (NTP) Tanpa Perikanan secara nasional yang sejak Juli 2024 terjaga diatas 120. Indeks NTP Tanpa Perikanan yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir tercapai di Desember 2025 dan Februari 2026 yang sama-sama berada di 126,11.

Pos terkait