MATASEMARANG.COM – Harga minyak global melambung lagi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan ancaman blokade Selat Hormuz, dengan harga minyak mentah Brent mencapai 102 dolar AS (Rp1,7 juta) per barel (158,99 liter) atau naik 8 persen.
Pada Minggu (12/4) pukul 22:01 GMT atau Senin pukul 05.01 WIB, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni secara berjangka diperdagangkan naik 7,76 persen dari penutupan sebelumnya 102,59 dolar AS per barel; sementara harga minyak mentah WTI berjangka Mei naik 8,2 persen menjadi 104,51 dolar AS (sekitar Rp1,7 juta).
Apakah lonjakan harga minyak global itu berimbas pada Indonesia, yang sebagian besar minyaknya diperoleh dari impor?
Pemerintah sebelumnya menegaskan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi, setidaknya hingga akhir 2026.
“APBN kita masih mampu menopang subsidi harga BBM,” ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Harga BBM Nonsubsidi Bertahan
Memasuki pertengahan April 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina masih stabil sejak pecahnya perang AS-Israel dengan Iran.
Dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin, tercatat harga Pertamax Series dan Pertamina Dex Series masih stabil sejak awal Maret 2026.
Berikut adalah rincian harga BBM SPBU Pertamina di Jakarta.
Harga Pertalite Rp10.000 per liter;
Solar subsidi Rp6.800 per liter;
Pertamax Rp12.300 per liter;
Pertamax Turbo Rp13.100 per liter;
Pertamax Green Rp12.900 per liter;
Dexlite Rp14.200 per liter; dan
Pertamina Dex Rp14.500 per liter.

















