“Karena hanya lewat sistem kita bisa melakukan pemberantasan korupsi dan menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan lainnya. Tidak cukup hanya dengan ajakan moral, bahkan kekuatan agama pun memiliki batas ketika berhadapan dengan persoalan yang sudah terstruktur di dalam sistem,” katanya.
Haedar menambahkan keberhasilan berbagai program strategis pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan agenda pembangunan dalam Astacita sangat bergantung pada pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum yang kuat.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo perlu memimpin dengan komitmen politik yang kokoh bersama seluruh pengambil kebijakan dan institusi pemerintahan.
“Dalam konteks itu, saya yakin tidak akan ada langkah-langkah yang saling menghambat satu sama lain karena ini menyangkut kepentingan bangsa dan negara,” katanya.
Haedar juga mengingatkan bahwa setiap institusi memiliki keterbatasan, namun hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan upaya pemberantasan korupsi.
“Dengan segala kekurangan dan kelemahan masing-masing, kita harus tetap berusaha mengoptimalkan peluang-peluang kebijakan. Yang penting kita bersama, kita bersatu, dan kita memiliki political will yang tinggi,” katanya.
Langkah ketiga, Haedar mengingatkan bahwa tidak ada institusi yang sepenuhnya sempurna sehingga yang terpenting ada kemauan politik yang kuat untuk terus memperbaiki sistem dan mengoptimalkan langkah pemberantasan korupsi.
“Tidak ada sapu yang sepenuhnya bersih. Yang penting ada political will yang optimal untuk kita semua melakukan langkah-langkah pemberantasan korupsi,” katanya.


















