“Melalui Sekolah Iklim, kami ingin anak-anak muda lebih mengenali lingkungannya, memahami bahwa perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan banjir, tetapi juga perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi. Harapannya, mereka mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata,” tutur Eva.
Salah satu peserta dari SMK Negeri 4 Kota Pekalongan, Muhammad Agata Azmi, menyambut positif kegiatan observasi ini.
Ia menilai edukasi lapangan memberi pemahaman nyata mengenai pentingnya pelestarian vegetasi mangrove untuk membentengi kawasan pesisir Pekalongan dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.

















