Langkah ini diambil mengingat struktur demografi pengguna Tring saat ini didominasi oleh kalangan anak muda.
“Kami ingin meregenerasi nasabah. Saat ini, sebanyak 67 persen dari nasabah pengguna aplikasi Tring kami berasal dari generasi muda. Karena itu, promosi lewat ajang sepak bola ini sangat cocok,” jelasnya.
Selain menyasar pertumbuhan bisnis digital, Pegadaian membawa tiga program Corporate Social Responsibility (CSR) utama di setiap laga pertandingan yakni dengan membuka ruang dagang bagi pelaku UMKM lokal di sekitar stadion untuk meningkatkan perekonomian warga.
Kemudian dengan menghadirkan komunitas bersih-bersih stadion. Penonton yang mengumpulkan sampah botol plastik dan kaleng dapat menukarkannya menjadi Tabungan Emas Pegadaian. Lalu dengan melakukan pelestarian lingkungan dengan penanaman mangrove di wilayah pesisir serta pembinaan talenta sepak bola usia dini.
I-League Sambut Positif, Tiket Laga Pembuka Ludes
Sementara itu, Direktur I League Ferry Paulus mengapresiasi konsistensi Pegadaian yang terus menghadirkan inovasi baru setiap musimnya. Sinergi ini dinilai sejalan dengan misi liga untuk melahirkan bibit-bibit pemain muda berkualitas bagi tim nasional.
Ferry juga menyoroti tingginya antusiasme suporter pada musim ini, yang ditandai dengan ketatnya persaingan klub serta regulasi pemain asing yang makin kompetitif.
“Antusiasme audiens di kompetisi ini luar biasa. Tiket laga pembuka di Stadion Jatidiri, Semarang, bahkan sudah dipastikan sold out atau terisi penuh. Ini membuktikan bahwa persaingan di liga ini sangat kompetitif,” kata Ferry.

















