Pemkot Semarang Apresiasi Layanan Stem Cell RSI Sultan Agung

Selain mengapresiasi inovasi pelayanan, Iswar mengajak para tokoh masyarakat menjadi jembatan komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat. Menurutnya, kritik, saran, maupun aspirasi dari masyarakat akan menjadi masukan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa, mengatakan kegiatan gathering menjadi momentum memperkuat sinergi antara rumah sakit dengan tokoh masyarakat, mitra, tenaga kesehatan, dan insan media.

Menurutnya, RSI Sultan Agung yang telah berdiri selama 55 tahun berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang amanah, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai syariah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Rukiyanto Kenang Sosok Djoko Riyanto: Sahabat Pendiam yang Ringan Tangan

“Melalui gathering ini kami ingin mempererat hubungan yang telah terjalin sekaligus membangun komunikasi yang semakin baik. Masukan dan dukungan dari para tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan sangat berarti bagi RSI Sultan Agung dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” terang dr Agus.

Ia menjelaskan, sebagai rumah sakit pendidikan dan pelatihan berbasis syariah, RSI Sultan Agung terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan layanan medis.

Agus mengungkapkan sekitar 90 persen pasien yang berobat di RSI Sultan Agung merupakan peserta BPJS Kesehatan. 

BACA JUGA  Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Semarang Agustus 2025

Meski menghadapi tantangan tingginya jumlah pasien rujukan dan dinamika regulasi, rumah sakit tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan status pasien.

“Sebagian besar pasien kami merupakan peserta BPJS Kesehatan. Namun komitmen kami tetap sama, yakni memberikan pelayanan yang berkualitas, amanah, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien,” tegasnya.

Pos terkait