Selain budaya, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama di sektor pariwisata, pengembangan kota bersejarah, teknologi lingkungan, hingga smart city. Pemerintah Kota Semarang tertarik mempelajari pengelolaan kota dan teknologi lingkungan dari sejumlah kota di Spanyol seperti Barcelona dan Valencia.
Agustina juga membuka peluang pengembangan wisata kapal pesiar internasional melalui Pelabuhan Tanjung Emas agar wisatawan mancanegara, termasuk dari Spanyol, dapat menikmati destinasi sejarah dan budaya di Kota Semarang.
“Kami terbuka terhadap peluang investasi dan transfer teknologi, terutama terkait pengelolaan lingkungan dan ketahanan air bersih di wilayah pesisir,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Spanyol turut memperkenalkan Camino de Santiago, jalur ziarah berusia lebih dari 1.200 tahun di Spanyol yang menjadi salah satu simbol persatuan budaya Eropa.
Ia menyebut, sejarah panjang dan kekayaan budaya menjadi salah satu alasan kuat wisatawan Indonesia tertarik datang ke Spanyol.
Pertemuan itu menjadi langkah awal penguatan hubungan Kota Semarang dengan Spanyol, sekaligus membuka peluang hadirnya event budaya internasional yang dapat mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan diplomasi budaya Kota Semarang ke depan.


















