Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas pertandingan terus meningkat. Duel-duel antarpemain di lini tengah berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama berupaya mengontrol permainan. Persijap tampil disiplin dalam menjaga organisasi pertahanan, sedangkan Borneo mencoba memanfaatkan kreativitas para pemain depannya.
Menjelang akhir babak pertama, lini pertahanan Persijap kembali mendapatkan tekanan melalui peluang yang diperoleh Mariano Peralta pada menit ke-39. Peluang tersebut sempat membuka harapan bagi Borneo untuk memecah kebuntuan, namun upaya yang dilakukan masih belum mampu menaklukkan penjaga gawang tuan rumah.
Borneo memiliki beberapa peluang pada menit-menit menjelang berakhirnya babak pertama. Namun, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat berbagai kesempatan gagal dikonversi menjadi gol sehingga skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan intensitas permainan demi mencari gol pembuka. Tempo pertandingan berjalan lebih cepat dengan serangan yang dibangun secara bergantian. Persijap maupun Borneo sama-sama berupaya meningkatkan tekanan agar dapat memecahkan kebuntuan.
Meski demikian, solidnya lini pertahanan kedua tim menjadi faktor utama yang menggagalkan berbagai peluang. Setiap serangan yang dibangun berhasil diredam sehingga kedua tim kesulitan menciptakan peluang benar-benar bersih di depan gawang.
Pada menit-menit akhir pertandingan, Borneo berusaha meningkatkan tekanan untuk mencuri kemenangan. Namun, Persijap tetap tampil disiplin dan mampu mempertahankan area pertahanan mereka dari gempuran tim tamu. Kedua tim akhirnya harus puas berbagi poin setelah wasit meniup peluit panjang dengan skor tetap 0-0.


















