MATASEMARANG.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin meluncurkan Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah. Program ini memberikan tawaran menarik, yakni setiap liter minyak jelantah dihargai Rp7.000.
Skema pembagian harga ini dirancang transparan melalui sistem digital. Warga yang menyetorkan minyak jelantah akan menerima Rp5.000 per liter, sementara Rp2.000 masuk ke kas PKK desa sebagai dana penguatan kelembagaan.
“Keberhasilan pengelolaan limbah minyak jelantah ini sangat bergantung pada partisipasi keluarga. Dengan harga Rp7.000 per liter, kami ingin mendorong masyarakat lebih peduli sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi,” ujar Nawal dalam Kick Off Meeting di Wisma Perdamaian Semarang, Jumat 17 Juli 2026.
Program ini melibatkan kader PKK di desa dan kelurahan untuk mengedukasi masyarakat serta mengoordinasikan pengumpulan minyak jelantah.
Jaringan Posyandu yang mencapai 49.149 lembaga di Jateng juga akan menjadi ujung tombak.
Minyak jelantah yang terkumpul akan diolah menjadi biodiesel, bioavtur, hingga bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Kilang Pertamina Cilacap.
Nawal mengapresiasi TP PKK Kabupaten Batang yang lebih dulu menjalankan program serupa sejak Juni 2025 dengan omzet mencapai Rp170 juta.
“Ini bukti limbah rumah tangga bisa menjadi bagian transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, PKK Jateng juga menandatangani nota kesepakatan dengan PT Pegadaian terkait program pilah sampah jadi tabungan emas, memperkuat pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.


















