“Wartawan merupakan mitra penting pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk pers. Silakan berbicara dengan pers dan memperbarui informasi kepada wartawan,” ujar Kabid Komunikasi Publik dan Media Dinas Komunikasi Informasi dan Digital Provinsi Jawa Tengah, Enrico Adrian Ramandha.
Enrico Adrian Ramandha menuturkan, Dinas Komunikasi Informasi dan Digital Jawa Tengah berkomitmen mendukung insan pers agar terus berperan aktif menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi publik.
Pusaran Badai Besar
Dalam sambutannya, Ketua PWI Jawa Tengah yang diwakili Wakil Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga, Hery Pamungkas, menyoroti tantangan berat yang tengah dihadapi industri pers nasional.
Ia menyinggung narasi yang kerap muncul di ruang publik bahwa dunia pers saat ini “tidak sedang baik-baik saja”.
“Dulu media massa ibarat head keeper dalam kehidupan demokrasi. Hari ini, dunia pers berada di pusaran badai yang besar. Kalau kita berjalan sendiri, pers tidak akan bisa menang,” ujarnya.
Hery menegaskan, kolaborasi menjadi kunci agar pers mampu bertahan dan berkembang di tengah disrupsi digital. Menurutnya, transformasi digital tidak cukup sekadar memindahkan platform ke ranah daring, tetapi juga menuntut kesiapan insan pers untuk berdamai dengan teknologi dan memanfaatkannya secara bijak.
“Kolaborasi adalah nyawa baru pers. AI bisa menulis teks, tetapi tidak bisa melawan ketidakadilan di lapangan. Di situlah peran wartawan tetap tak tergantikan,” tegasnya.


















