Enam Aktivis Kemanusiaan dan Tiga Wartawan RI Diculik Pasukan Israel

MATASEMARANG.COM – Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi seluruh warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel yang menyergap kapal-kapal mereka.

“Berdasarkan informasi terkini, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela di Jakarta, Rabu.

Kemlu RI bersama perwakilan RI di kawasan terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan seluruh sembilan WNI tersebut dalam keadaan aman dan terlindungi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Tanggapi Vonis Tom Lembong, Anies Tuntut Penguasa Serius Benahi Hukum

Dari sembilan WNI yang diculik Israel tersebut di antaranya tiga wartawan media nasional yang menjalankan tugas jurnalistiknya, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Nabyl memastikan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran tengah dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI yang diculik Israel.

Langkah-langkah tersebut akan terus ditempuh hingga seluruh WNI peserta flotilla ke Jalur Gaza itu dapat kembali ke tanah air dengan selamat, kata dia, menambahkan.

BACA JUGA  Ratusan Ribu Anak Gaza Hadapi Kematian Akibat Kelaparan Parah

“Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan,” demikian Nabyl.

Disampaikan Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang, menyusul penculikan 5 WNI pertama pada Senin (18/5), situasi di lapangan masih sangat dinamis dan para WNI lainnya yang lolos dari pencegatan pasukan Zionis saat itu masih terancam diculik Israel.

Pos terkait