MATASEMARANG.COM – TNI mengerahkan pesawat tempur dan kapal perang untuk kebutuhan pengamanan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Cebu, Filipina, pada 7–8 Mei 2026.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait pengamanan tersebut dilakukan bukan karena TNI mencium adanya potensi konflik yang bisa terjadi selama kegiatan yang diikuti Presiden Prabowo Subianto itu berlangsung.
“Jadi, kegiatan ini bukan didasarkan pada adanya ancaman atau potensi konflik tertentu yang secara spesifik ditujukan kepada presiden maupun kepala negara peserta KTT ASEAN,” kata Rico.
Rico menjelaskan dalam setiap agenda internasional berskala tinggi, TNI harus mengikuti standar pengamanan dan kesiapsiagaan secara maksimal sesuai dengan prosedur operasi yang telah ditetapkan.
Hal tersebut dilakukan agar TNI bisa melakukan respons cepat di bidang pengamanan jika sesuatu terjadi selama acara berlangsung.
“Ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan operasi gabungan dan pengamanan VVIP yang memang dirancang untuk menguji kesiapan personel, sistem komando, mobilitas, interoperabilitas antarmatra serta kemampuan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan situasi,” jelas Rico.
Rico melanjutkan Indonesia saat ini menganggap stabilitas keamanan di wilayah ASEAN masih dalam keadaan kondusif. Namun, kondusifitas itu bukan jadi alasan TNI untuk mengendurkan sistem pengamanan.
Untuk diketahui, ragam alutsista telah disiapkan TNI di Sulawesi Selatan untuk merespons cepat jika terjadi insiden selama KTT berlangsung di Filipina.


















