MATASEMARANG.COM – Dua aktivis dari Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes, yang menuntut Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya menjadi kabupaten sendiri, tiba di Kota Semarang.
Keduanya berjalan kaki dari Kecamatan Bumiayu dengan tujuan akhir Kota Semarang. Dua aktivis itu, Wawan Hadi Priyanto dan Abdul Hamid Sugandi menyambangi Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Tengah di Jalan Imam Bonjol Nomor 185, Semarang, Rabu.
Mereka berikhtiar memperjuangkan aspirasi untuk pemekaran wilayah Bumiayu dan sekitarnya yang selama ini masuk Kabupaten Brebes, menjadi kabupaten tersendiri, yakni Brebes Selatan.
“Kami mulai berjalan berangkat Minggu (19/4). Jalan pagi siang malam. Alhamdulillah terus semangat. Kalau malam istirahat (tidur, red.) di masjid,” kata Hamid, menceritakan perjalanannya.
Setiap lima waktu ibadah shalat, mereka tunaikan di masjid atau mushala yang ditemui di sepanjang jalan, sekaligus sebagai kesempatan untuk beristirahat sejenak.
Mereka terkadang beruntung jika di sepanjang perjalanan ada warga yang berkenan memberikan tumpangan saat larut malam, seperti ketika masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara sempat bermalam di kediaman Kades Hoho.
“Tidak di rumahnya (bangunan rumah utama Kades Hoho, red.), tapi di sana disediakan tempat untuk tidur (bermalam, red.),” katanya.
Rekannya, Wawan juga kebetulan anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) sehingga terkadang mereka bermalam di sekolah atau pondok pesantren.
Brebes merupakan kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi, yakni 14,15 persen (2025). Meski mencatat pertumbunan ekonomi tinggi, PDRB perkapita Brebes menempati posisi bawah, nomor 27 dari 35 kabupaten/kota, dengan angka Rp30,04 juta/tahun.


















