MATASEMARANG.COM – Pemerintah segera mulai mendata sekolah-sekolah elite yang tidak memerlukan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mempercepat penerimaan MBG di sekolah-sekolah daerah tertinggal.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan refocusing penerima program MBG tuntas dalam satu bulan, salah satunya dengan memetakan sekolah elite yang tidak memerlukan program tersebut.
“Dalam rangka perbaikan, kami perlu refocusing agar penerima manfaat ini tepat. Misalnya, sekolah-sekolah yang elite, ya, memang enggak memerlukan makan bergizi,” ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil yang digelar di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis.
Sementara itu, tutur Zulhas melanjutkan, sekolah-sekolah yang memerlukan MBG justru belum mendapatkan MBG.
Oleh karena itu, dalam waktu satu bulan, Zulhas menyampaikan akan melakukan pemetaan penerima MBG untuk memastikan manfaat dari program tersebut dirasakan oleh masyarakat yang tepat.
“Ini akan ditata lebih lanjut karena kami akan fokus kepada yang terlambat. Ini sangat terlambat di 3T,” ucap Zulhas.
Selain itu, dalam satu bulan ini, Zulhas juga menyampaikan komitmen pemerintah ihwal peningkatan kualitas dapur-dapur MBG.
Pemerintah tidak akan memberi toleransi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah dengan standar kebersihan, termasuk kebersihan peralatannya.
“Karena tidak ada toleransi terhadap keamanan pangan ini. Walaupun satu, enggak boleh lagi ada yang keracunan,” kata Zulhas.


















