MATASEMARANG.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mulai tancap gas melakukan evaluasi pasca-Pemilu 2024. Sebagai langkah awal bersiap menuju Pemilu 2029, KPU Kota Semarang fokus menggenjot program pendidikan pemilih secara masif di sepanjang tahun 2026 ini.
Ketua KPU Kota Semarang Ahmad Zaini mengatakan bahwa program pendidikan pemilih ini merupakan agenda nasional yang sangat krusial, bersanding dengan pemutakhiran data pemilih.
Pada tahun ini, pihaknya sengaja membidik wilayah-wilayah yang mencatatkan tingkat partisipasi masyarakat paling rendah saat pemungutan suara lalu.
“Di tahun 2026 ini, kami targetkan untuk partisipasi terendah di masing-masing kecamatan. Jadi, ada 16 kecamatan. Di satu kecamatan itu ada satu kelurahan yang partisipasinya paling rendah. Nah, itu yang kami sasar sehingga harapannya ke depan bisa meningkat,” kata Zaini di Kantor KPU Kota Semarang, Kamis, 23 Juli 2026.
Zaini membeberkan, tren tingkat kehadiran masyarakat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Ibu Kota Jawa Tengah terbilang unik. Berdasarkan data evaluasi KPU, wilayah pinggiran kota justru mencatatkan partisipasi yang lebih tinggi dibandingkan wilayah pusat kota.
Salah satu wilayah perkotaan yang menjadi sorotan akibat rendahnya partisipasi adalah Kecamatan Semarang Tengah.
“Kalau yang terendah itu di Kecamatan Semarang Tengah. Rata-rata di perkotaan. Jadi, semakin ke pinggir itu partisipasinya tinggi, tapi semakin ke tengah (kota) justru sebaliknya,” jelasnya.
Menurutnya, rendahnya angka partisipasi di perkotaan dipengaruhi oleh kondisi demografi wilayah, bukan karena latar belakang sosial ekonomi masyarakat.

















