MATASEMARANG.COM – Upaya penanganan pengendalian keselamatan jalan di kawasan Jalan Prof. Hamka – Moch Ichsan atau lebih dikenal dengan kawasan Silayur, Kecamatan Ngaliyan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.
Diketahui, kawasan tersebut dikenal menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi kendaran bertonase berat yang melintas dari arah Pantura menuju wilayah barat Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan kondisi geografis jalan dengan elevasi curam menjadi salah satu faktor utama tingginya risiko kecelakaan di kawasan tersebut.
“Tanjakan Silayur ini memang memiliki karakteristik jalan yang ekstrem. Elevasi tanjakan cukup panjang dan curam sehingga membutuhkan perhatian khusus, terutama untuk kendaraan berat,” kata Agustina, Jumat, 8 Mei 2026.
Berdasarkan data teknis, ruas Jalan Moch. Ichsan di kawasan Silayur memiliki panjang tanjakan sekitar 649 meter dengan tingkat kelandaian mencapai 9 – 13,2 persen.
Kondisi tersebut dinilai telah melampaui ambang kelandaian kritis khususnya bagi kendaraan berat, sehingga berpotensi menyebabkan penurunan performa kendaraan, gangguan pengereman, hingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Selain faktor elevasi dan geometrik jalan, tingginya aktivitas kendaraan logistik dan kendaraan bertonase besar juga menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan di kawasan tersebut.
Pemerintah Kota Semarang menilai kendaraan dengan muatan berlebih maupun kendaraan berat yang tidak sesuai ketentuan operasional menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di jalur Silayur.


















