3 Tuntutan HMI Semarang dalam Aksi May Day di Balai Kota

Screenshot

MATASEMARANG.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Semarang diwarnai dengan aksi damai di depan Balai Kota Semarang pada Jumat, 1 Mei 2026.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang menyerukan aspirasi yang berisi tentang problematika yang saat ini sedang terjadi di Kota Semarang.

“Substansinya Hari Buruh ini adalah hari perlawanan terhadap ketidakadilan dan itu kami perlihatkan kepada wali kota Semarang yang harus menghilangkan ketidakadilan di kota Semarang,” kata Ketua HMI Cabang Semarang periode 2026–2027 Muhammad Nabil Mualif usai diterima langsung oleh wali kota Semarang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kronologi Kecelakaan Truk Timpa Pengendara Motor di Tanjung Mas

Ia mengatakan dalam aksi kali ini ada tiga tuntutan yang dibawa ke depan wali kota, DPRD hingga jajaran Pemerintah Kota Semarang.

Pertama, mereka mendesak agar wali kota beserta jajaran untuk fokus menangani tanjakan Silayur yang kerap terjadi kecelakaan dan memakan korban. Bahkan menurut Nabil, salah satu kader HMI sempat menjadi korban saat kecelakaan Silayur tahun lalu.

“Kami minta sikayur segera diselesaikan,” tegasnya.

Tuntutan kedua, HMI meminta adanya transparansi soal pergantian direktur PDAM Tirta Moedal Semarang yang saat ini menjdi sorotan masyarakat.

BACA JUGA  Penerbangan Langsung Semarang-Singapura Dibuka, Ini Jadwalnya

“Soal pergantian direksi PDAM, apakah ada bentuk nepotisme di situ? Kami pertanyakan itu, dan kami minta ada transparansi,” ungkapnya.

Kemudian, tuntutan ketiga mereka adalah keseriusan pemkot Semarang dalam menyelesaikan banjir yang setiap tahun selalu menjadi masalah rutin.

“Kami menuntut banjir yang tiap tahun terjadi di Semarang dan tidak ada penyelesaian secara konkret dari pemkot. Kami minta segera diselesaikan,” ujarnya.

Pos terkait