MATASEMARANG.COM – Masa liburan sekolah akan dimanfaatkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengaudit total dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG.
Bila hasil audit ditemukan ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak layak serta tak memenuhi standar operasional prosedur (SOP) maka langsung ditutup.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan, langkah tersebut bertujuan meningkatkan standar keamanan pangan, kualitas layanan, dan tata kelola program prioritas peningkatan gizi nasional itu.
“Kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini. Kami akan hentikan dan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika nanti anak-anak sudah masuk sekolah, kita sudah lebih baik kondisi di lapangan, sudah lebih rapi, terutama tadi masalah data. Saya kawal betul teman-teman di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), kami sudah mulai koordinasi dengan pihak-pihak yang sebenarnya sudah memiliki data,” katanya di Jakarta, Senin.
Setelah data penerima manfaat sudah tepat, maka BGN akan menata ulang insentif untuk SPPG yang akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat dan indikator lain seperti kualitas makanan yang disajikan.
Insentif Rp6 Juta Dikoreksi
“Kami harapkan nanti insentifnya enggak fixed Rp6 juta semua. Kalau sekarang kan diubah oleh yang dulu ya, bahwa penerima manfaatnya 1.500 pun insentifnya Rp6 juta, 500 pun Rp6 juta, kan yang dulu begitu, nah, kalau nanti kita sudah mengetahui berapa real penerima manfaat yang menerima dari SPPG tersebut misalnya, itu kan dampaknya nanti penataan ulang akan begitu,” ujar dia.


















