MATASEMARANG.COM – Heboh ucapan Presiden Prabowo Subianto yang melabeli “londo ireng” terhadap para pihak yang mendukung kepentingan asing menuai tanggapan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
Komdigi mengajak publik melihat secara utuh pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga optimisme dan menghindari perdebatan istilah yang dapat mengalihkan perhatian dari substansi persoalan.
Menurut keterangan pers pemerintah yang diterima di Jakarta pada Senin, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya mengajak publik melihat konteks utuh dari pernyataan Presiden yang berkenaan dengan sebutan “londo ireng.”
Menurut dia, pernyataan yang disampaikan merupakan kiasan politik dan tidak ditujukan untuk menyudutkan profesi, media massa, maupun kelompok tertentu.
“Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju,” kata Fifi.
“Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis,” ia menambahkan.
Fifi mengatakan bahwa Presiden menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
“Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan yang penting untuk diungkap. Berbagai temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan,” ia menjelaskan.

















