- Bukan niat cari juara, saya niatnya untuk mempelajari tilawah Al Quran itu lebih dalam
MATASEMARANG.COM – Sebanyak 40 penyandang tunanetra ikut lomba tilawah disabilitas netra Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Studio Catwalk BBPVP Kementerian Tenaga Kerja, Semarang.
Penanggung Jawab atau Person in Charge (PIC) Majelis 3 Tartil dan Tilawah Disabilitas Netra MTQ Nasional Mohammad Asyiq, di Semarang, Minggu, menyebutkan para peserta tilawah disabilitas netra itu berasal dari 37 provinsi.
Babak penyisihan tilawah disabilitas netra berlangsung Minggu hingga Kamis (17/9), sedangkan babak final dijadwalkan Jumat (18/9).
“Hari ini penyisihan dan final pada Jumat (18/9). Untuk materi itu satu jam sebelum tampil baru peserta mendapatkan, demikian pula urutan tampil,” katanya.
Untuk perlombaan itu, mereka harus membaca, baik hafalan atau dengan Al-Qur’an Braille, di depan sembilan anggota dewan hakim.
Di antara peserta yang tampil, ada Ahmad Zainuddin, qari disabilitas netra berasal dari Kota Semarang yang mengaku keikutsertaan dalam MTQ Nasional bukan semata-mata mengejar gelar juara.
Ia mengaku membawa niat sederhana, yakni belajar lebih dalam tentang seni tilawah Al- Qur’an, sedangkan soal hasil dan gelar juara sepenuhnya diserahkan kepada ketentuan Allah.
“Bukan niat cari juara, saya niatnya untuk mempelajari tilawah Al-Qur’an itu lebih dalam,” kata warga Tlogomulyo, Pedurungan, Kota Semarang itu.
Ia mengatakan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, sebab ayat-ayat kalamullah memberinya ketenangan kalbu.
Ia mengaku sejak berusia 16 tahun mulai serius mendalami Al-Qur’an dengan belajar di Pondok Pesantren Al Khairat Jepara.


















