“Ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik menjadi bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Fifi menegaskan bahwa pemerintah menghormati kebebasan pers, kritik masyarakat, dan peran berbagai elemen bangsa sebagai bagian dari demokrasi.
Namun, pemerintah juga mengajak semua pihak untuk menjaga ruang publik agar tidak dipenuhi narasi yang mengabaikan berbagai upaya penyelesaian yang sedang dilakukan.
Fifi mengatakan bahwa pemerintah akan terus memilih jalan kerja nyata sebagai jawaban atas berbagai kritik publik.
“Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan,” katanya. [Ant]

















