MATASEMARANG.COM – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bangsa Indonesia agar tidak kagum pada negara-negara yang memperoleh kekayaan dari merampas kekayaan bangsa lain.
Hal itu dikatakan Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu.
“Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo.
Prabowo juga meminta masyarakat Indonesia tidak rendah diri dan tidak selalu mengagumi ajaran dari bangsa lain. Sementara bangsa tersebut dinilai tidak menjalankan apa yang diajarkan kepada negara lain.
Meski demikian, Presiden menegaskan dia tidak mengajak masyarakat untuk membenci bangsa lain. Prabowo mengajak bangsa Indonesia tetap belajar dari negara lain sekaligus mempelajari sejarah agar tidak mengulangi pengalaman kelam yang pernah dialami para pendahulu bangsa.
“Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah, akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka. Ini adagium yang terjadi di banyak negara,” ucap Presiden.
Prabowo menyebut para pendiri bangsa telah memahami bahwa apabila para pemimpin di Nusantara lemah dan tidak bersatu, maka kekayaan Indonesia akan terus diambil oleh kekuatan dari luar wilayah Nusantara.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung sejarah Belanda yang memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia selama beberapa abad sejak tahun 1500-an hingga 1800-an. Menurutnya, kondisi itu terjadi karena Belanda menguasai wilayah Nusantara yang kini menjadi Republik Indonesia.


















