Rupiah Lunglai, Kian Menjauh dari Rp18.000 per Dolar AS

Mengutip Anadolu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 1,51 dolar, atau 1,46 persen, menjadi ditutup pada harga 101,76 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Begitu pula dengan minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember yang turun 91 sen, atau 0,78 persen, menjadi ditutup pada harga 115,81 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Terkait The Fed, bank sentral AS tersebut kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan kebijakan moneter pekan ini, tetapi inflasi yang terus meningkat membuat kemungkinan kenaikan suku bunga tetap terbuka.

Meskipun inflasi tinggi, Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberikan panduan kebijakan (forward guidance) yang jelas dalam pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia baru-baru ini di Bangkok, Thailand.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut, ditambah dengan komentar hati-hati dari Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson dan Michelle Bowman, memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menunggu data lebih lanjut sebelum mengambil tindakan.

Menurut CME Group, terdapat probabilitas 90 persen The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil minggu ini, sementara 10 persen pelaku pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.139 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.116 per dolar AS. [Ant]

Pos terkait