Panda-panda di Ueno telah menyebabkan “demam panda” di Jepang dan melahirkan generasi pecinta panda, sehingga China meminjamkan hewan itu ke fasilitas lain seperti Adventure World di Wakayama dan Oji Zoo di Kobe.
Namun, sejak panda dimasukkan ke dalam Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah (CITES) atau Konvensi Washington pada 1984, perdagangan komersial dilarang dan status panda menjadi pinjaman untuk kepentingan riset dan pengembangbiakan.
Krisis sempat terjadi pada 2008 ketika panda jantan Ling Ling mati, sehingga Ueno tidak memiliki koleksi panda. Setelah pemerintah dan pemangku kepentingan melakukan lobi, pasangan Ri Ri dan Shin Shin tiba di Jepang pada 2011.
Anak mereka, Shan Shan, lahir pada 2017, disusul si kembar Lei Lei (betina) dan Xiao Xiao (jantan) pada 2021.
Menurut Konvensi Washington, China tetap menjadi pemilik panda dan semua panda pinjaman kelak harus dikembalikan.
Shan Shan dipulangkan pada 2023, disusul Ri Ri dan Shin Shin pada 2024. Di Wakayama, tiga panda dipulangkan pada 2023 dan empat lainnya pada tahun ini.
Kepulangan panda-panda itu memicu antrean panjang dan tangisan pengunjung di Ueno dan Wakayama.
Sejak Juni lalu, Lei Lei dan Xiao Xiao menjadi panda terakhir yang hidup di Jepang. Pada Desember, China memutuskan untuk memulangkan keduanya.
Biasanya, China akan mengirimkan panda pengganti. Namun, para pecinta hewan tersebut di Jepang khawatir hal itu tidak akan terjadi lagi di tengah ketegangan kedua negara.
China juga telah mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Jepang dan menangguhkan impor makanan laut Jepang.














