Tips Cegah dan Tangani Stroke dari Dokter kepada Nordikers Abhinaya

Dokter Wisnu Wardana
Dokter Wisnu Wardana, Sp.N. dok. KJN Abhinaya

MATASEMARANG.COM – Matahari baru saja membagi kehangatan sinarnya pada pagi itu di kawasan Gajah Mungkur. Pada Jumat (1/5/2026) pagi itu puluhan lansia, setelah aktivitas jalan nordik, meriung di ruang masjid di Hotel Grasia di Jalan S. Parman Nomor 29 Kota Semarang.

Sekitar 50 lansia–mayoritas kaum hawa–itu bukan sedang menyimak tausiah ustaz. Para lansia yang berhimpun dalam Komunitas Jalan Nordik (KJN) Abhinaya itu tengah serius menyimak penjelasan spesialis darah dr. Wisnu Wardana, Sp.N.

BACA JUGA  Govt. Gives Rp3 Million Study Support for Early Education Teachers

Topik yang dibahas dokter Wisnu dalam sarasehan itu memang penyakit serius yang makin sering kita dengar dan saksikan di lingkungan dekat kita: Stroke.

Bacaan Lainnya

Dokter Wisnu menyebut setiap tahun di dunia terjadi 12,2 juta kasus baru stroke atau satu kasus setiap 3 detik!

Bisa jadi karena saking seringnya kita lihat, dengar, bahkan membesuk pasien stroke–baik terdiagnosis karena penyumbatan maupun perdarahan–kita menganggapnya sebagai penyakit biasa.

BACA JUGA  Govt to Extend Economic Stimulus into Second Half

Padahal penyakit ini memiliki implikasi fatal jika telat beberapa jam saja dalam mengambil tindakan pertama kedaruratan. Fatal bukan saja bagi yang terkena stroke, melainkan juga menjadi “penderitaan” panjang bagi keluarganya karena proses pemulihannya butuh waktu lama dengan kesabaran level dewa.

Data menunjukkan stroke menjadi penyebab utama disabilitas dan penyebab kematian nomor dua di dunia. “Kejadian stroke melonjak 50 persen dalam 17 tahun terakhir,” ujarnya.

Lantas apa saja faktor risiko stroke? Dokter Wisnu membagi dua faktor. Yang pertama faktor yang tidak bisa dimodifikasi: Usia lebih dari 55 tahun; jenis kelamin pria; terutama ras hitam; genetik dan riwayat keluarga; dan riwayat stroke sebelumnya.

Pos terkait